TB Kebal Bikin Sebal

Saya punya sebuah cerita…

Suatu ketika, bumi diserang oleh sekelompok alien. Jumlah pastinya tidak ada yang tahu pasti, walau diperkirakan kawanan mereka ada sekitar dua puluhan orang, atau ekor, atau sosok, atau entah satuan apapun yang digunakan untuk menyebut mereka.

Gambar alien dipinjam dari sini

Gambar alien dipinjam dari sini (gambar hanya sebagai ilustrasi saja, alien asli mungkin lebih seram dari ini)

Kedatangan alien ini membuat kekacauan besar di muka bumi. Rakyat bumi ketakutan karena alien tersebut sangat ganas dan menyebabkan kematian pada banyak sekali penduduk bumi dalam waktu singkat. Maka itu, mereka memilih satu orang di antara mereka, orang yang paling kuat dan cerdas untuk melawan para alien tersebut.

Pemburu ini datang ke goa yang menjadi sarang para alien tersebut untuk mengusir mereka. Untuk berjaga-jaga, dia membawa sebuah pistol kecil dengan amunisi terbatas. Ketika sampai di gerbang sarang tersebut, sudah bisa diperkirakan bahwa para alien tidak senang dengan kehadiran pemburu ini. Mereka pun mulai melakukan perlawanan untuk mengusir pria tersebut.

Pemburu ini dengan cepat menghindari serangan dari para alien tersebut dan dengan sigap dia melepaskan timah panas ke arah para alien. Satu persatu alien mulai tumbang! Namun, karena pelurunya terbatas, pemburu ini pun berhenti melepaskan tembakan ke arah para alien. Alien yang tersisa tinggal berjumlah setengahnya, lalu mereka melarikan diri ke goa lain untuk bersembunyi.

Selama persembunyiannya, para alien ini mulai belajar dari kekalahan komplotan mereka sebelumnya. Mereka mulai mengembangkan organ tubuhnya. Selama beberapa hari mereka berupaya agar lapisan luar tubuhnya menjadi lebih keras dan tahan dengan peluru buatan manusia. Ketika mereka merasa sudah siap, para alien pun kembali menyerang desa para manusia.

Pemburu alien yang sudah memperkirakan kembalinya para alien tersebut kembali menghadang mereka dan dengan lincah dia menembakkan peluru demi peluru ke arah para alien tersebut. Tapi, tidak terukir senyum kemenangan di wajah pemburu tersebut.

Para alien telah kebal dengan pelurunya. Kulitnya yang keras telah mementalkan peluru-peluru tersebut. Timah panas yang dulu ampuh untuk menembus kulit mereka, kini bagaikan kapas yang teronggok lemah.

Gambar diambil dari sini.

Gambar diambil dari sini.

Pemburu ini pun tidak kehabisan akal. Dengan sigap dia langsung menuju ke tempat penyimpanan senjata, mengambil senapan mesin, lalu menembakkan senapan mesin tersebut secara bertubi-tubi ke para alien. Siasatnya berhasil! Satu persatu alien mulai lumpuh. Alien yang tersisa mulai melarikan diri. Pemburu ini tahu apa yang akan terjadi selanjutnya: alien yang gagal dihabisi tersebut akan menjadi makin kuat, dan si pemburu memerlukan senjata yang semakin kuat untuk melawan mereka. Hari ini dia menggunakan senapan mesin, sedangkan di waktu selanjutnya mungkin dia memerlukan bazooka untuk melawan mereka.

Dalam hatinya dia berpikir, andai saja dari awal dia menghabisi para alien tersebut ketika mereka masih lemah dengan senjata paling sederhana, maka hal ini tidak perlu sampai terjadi.

 

Buka mata: TB kebal obat mengancam kita!

Ganti istilah ‘alien‘ di atas menjadi ‘kuman TB‘, dan ganti istilah ‘senjata‘ menjadi ‘obat TB‘. Anda baru saja membaca sebuah analogi mengenai bagaimana terjadi kuman tuberculosis yang kebal terhadap obat.

Mengapa kuman TB bisa menjadi kebal terhadap obat-obatan yang seharusnya membunuh mereka? Beginilah kira-kira penjelasan singkatnya.

mengapa resisten

Tuberculosis disebabkan oleh bakteri. Maka dari itu, kita memberikan obat berupa antibiotik (misalnya dalam bentuk FDC yang sudah dibahas di artikel sebelumnya). Mekanisme normal yang seharusnya terjadi adalah sebagai berikut:

Koleksi pribadi

Koleksi pribadi

Nah, dalam beberapa kondisi, pengobatan TB mungkin belum selesai tapi sudah dihentikan. Hal ini memberi kesempatan pada kuman TB untuk menjadi lebih kuat dan kebal terhadap obat yang dulu hampir membunuhnya.
Kemudian, hal inilah yang terjadi:

Koleksi pribadi

Koleksi pribadi

 

Sebesar apa bahayanya?

Pertama, mari kita berkenalan dulu dengan istilah MDR-TB (Multi Drug Resistant TB). Di postingan sebelumnya kita telah mengenal bahwa obat tuberculosis yang utama adalah duet INH dengan Rifampisin. Nah, MDR-TB adalah istilah untuk kuman TB yang sudah kebal dengan kedua obat tersebut.

Kira-kira, sebesar inilah masalahnya:

MDR-map

Peta penyebaran MDR-TB tahun 2011. Sumber data dari WHO

Dari peta di atas, bisa dilihat bahwa negara kita (bersama dengan negara lain di sekitarnya, terutama wilayah ASEAN) termasuk dalam daerah dengan MDR-TB yang tinggi. Masalah ini ada dan nyata, dan kita tentu tidak bisa menutup mata akan hal tersebut!

 

Waduh, gimana dong? Jadi kuman TB-nya tidak bisa dikalahkan?

Tenang. MDR-TB memang harus kita waspadai, tapi bagi pasien yang terjangkit dengan MDR-TB pun masih punya harapan sembuh kok. Ingat cerita di atas tentang analogi pistol dan senapan mesin?

Nah, apabila kita menemukan kuman MDR-TB, maka kita tidak dapat menggunakan obat-obatan standar seperti INH dan Rifampisin. Maka dari itu, kita harus menggunakan obat yang dikenal sebagai OAT (Obat Anti Tuberculosis) lini kedua alias second line drug.

Sekarang bandingkan antara senapan mesin dengan pistol. Apa kekurangan senapan mesin dibandingkan pistol biasa? Ya, lebih bahaya dan lebih mahal. Ini juga yang terjadi pada obat-obatan lini kedua ini. Obat-obatan tersebut lebih mahal (harganya jauh di atas obat TB standar yang bahkan bisa didapatkan gratis) dan memiliki efek samping lebih banyak. Selain itu, pengobatan kuman tuberculosis lini kedua ini pun memerlukan waktu yang jauh lebih lama (mencapai dua tahun, bahkan lebih) dan juga melibatkan obat antibiotika suntik setiap hari selama enam bulan.

Contoh nama obat yang termasuk pengobatan lini kedua adalah golongan aminoglikosida, polipeptida, florokuinolon, tioamida, sikloserin, dan terizidon. Bayangkan, melafalkan nama obat tersebut saja sangat sulit, apalagi harus mencari atau mengkonsumsinya! Nah, sampai detik inipun, para peneliti masih terus mencari pengobatan TB lini kedua yang ampuh sekaligus aman. Mari kita bantu dengan doa, semoga cepet ketemu deh obatnya!

 

XDR-TB, ancaman yang lebih besar!

Peta penyebaran yang menggambarkan negara yang sudah terbukti mengalami XDR-TB. Sumber data dari sini

Peta penyebaran yang menggambarkan negara yang sudah terbukti mengalami XDR-TB. Sumber data dari sini

Belum selesai berhadapan dengan MDR-TB, kini kita berhadapan dengan alien yang lebih kuat lagi, yaitu XDR-TB. Nah loh, apa lagi tuh?

XDR-TB (Extensively drug-resistant TB) adalah istilah untuk kuman TB super bandel yang tidak hanya kebal dengan dua obat utama TB (INH dan Rifampicin) tapi juga kebal dengan obat cadangannya, yaitu obat golongan floroquinolon sekaligus juga kebal dengan salah satu dari tiga obat suntik yaitu capreomycin, kanamycin dan amikacin. Intinya: XDR semakin susah sembuh.

Kita masih memiliki senjata cadangan menghadapi MDR-TB, tapi kalau ternyata pengobatannya pun tidak adekuat, maka senjata cadangan tersebut bisa saja gagal menghadapinya. Dengan demikian, kita berhadapan dengan XDR-TB, kuman yang sangat berbahaya dan bikin sebal.

Melek TB sekarang: Bagaimana mengatasinya?

Kuman bandel MDR-TB terjadi oleh karena beberapa sebab, antara lain:

  • Tidak mengkonsumsi obat TB secara teratur sesuai anjuran
  • TB yang kambuh
  • Terpapar langsung ketika berada di daerah dengan angka MDR-TB yang tinggi
  • Kontak erat dengan penderita MDR-TB

Nah, dengan mengenal bagaimana penyebab dari kebalnya kuman tersebut, maka kita bisa berupaya menghindari hal tersebut, antara lain:

  • Mengkonsumsi obat sesuai anjuran. Jangan melewatkan dosis atau menghentikan pengobatan sebelum diinstruksikan demikian
  • Selalu waspada ketika berkunjung ke negara-negara dengan angka MDR-TB tinggi (misalnya India dan RRC) dan menjaga kesehatan selama kunjungan
  •  Waspada penularan dari pasien yang diketahui menderita MDR-TB. Anda tidak harus menghindari mereka, tapi Anda bisa mengajarkan mereka untuk mencegah penularan kuman penyebab tuberculosis, antara lain menyarankan mereka untuk menutup mulut ketika batuk dan selalu mencuci tangan.

Siapapun Anda, ingat bahwa menutup mulut ketika batuk itu mudah dan mencegah terjadinya penularan penyakit.

Ingat: kuman TB kebal bisa bikin sebal. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Mari atasi bersama!

Referensi

  1. American Lung Association. “Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR TB) Fact Sheet”. Maret 2013. Diunduh dari http://www.lung.org/lung-disease/tuberculosis/factsheets/multidrug-resistant.html
  2. TB Alliance. “MDR-TB / XDR-TB”. 2014. Diunduh dari http://www.tballiance.org/why/mdr-xdr.php
  3.  WHO. “Multidrug and extensively drug-resistant TB (M/XDR-TB) 2010 GLOBAL REPORT ON SURVEILLANCE AND RESPONSE”. Diunduh dari http://whqlibdoc.who.int/publications/2010/9789241599191_eng.pdf
  4. Global Health Education. “XDR TB”. Diunduh dari http://www.tbfacts.org/xdr.html
  5. CDC. “Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR TB)” Diunduh dari http://www.cdc.gov/tb/publications/factsheets/drtb/mdrtb.htm
Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s