Month: July 2014

TB: Sebuah Kisah yang Disembunyikan

Ibu saya pernah menjadi pasien TB.

Beliau menceritakan hal itu kepada saya ketika saya sedang menjalani masa pendidikan di universitas. Mendengarnya, saya terkejut.

Yang membuat saya terkejut bukan karena memiliki anggota keluarga dengan penyakit tuberkulosis, tapi karena penyakit tersebut ternyata dialami sekitar tujuh tahun sebelum ibu menceritakannya pada saya.

Beliau menyembunyikan informasi tersebut ketika saya masih SD. Beliau minum obat secara rutin setiap hari secara diam-diam tanpa saya ketahui. Menurut ibu, beliau malu apabila orang-orang mengetahui dia terkena TB. Dia tidak mau orang lain, apalagi saya sebagai anaknya, mengetahui kalau ibunya memiliki penyakit TB.

Akhirnya saya bertanya: kejadian itu sudah berlangsung lama sekali ketika saya masih SD. Kenapa ibu saya tiba-tiba menceritakannya sekarang ketika saya sudah di bangku kuliah?

“Soalnya mama lihat, kamu udah batuk lama banget. Udah ada dua bulan,” jawabannya mengejutkan saya.

Saya tersadar. Memang ketika kejadian itu berlangsung, saya batuk cukup lama. Mungkin ada lebih dari satu bulan. Ibu saya pasti mendengar saya terbatuk hebat di malam hari. Kadang, saya batuk sangat kuat sampai hampir muntah.

Seingat saya, batuk saya tidak berdahak. Kalaupun ada, dahaknya sangat sulit keluar. Saya sudah minum banyak obat mulai dari kemasan tablet yang murah sampai sirup yang mahal, dan saya masih terbatuk-batuk. Melihat ini, ibu saya khawatir.

“Takut kamu ketularan mama,” katanya

Unmask Stigma, gerakan untuk menghilangkan stigma pada pasien TB

Unmask Stigma, gerakan untuk menghilangkan stigma pada pasien TB

(more…)

Advertisements